Perkenalan dengan Kamera Saku / Pocket Camera
Tidak terasa sudah cukup lama saya berkenalan dengan produk yang namanya kamera saku / pocket camera , berawal dari membantu di toko ayah saya saat lulus kuliah pada tahun 2006 , saya sering mengamati ayah saya memfoto produk toko kami yaitu karangan bunga papan , untuk melakukan penagihan pada kantor / instansi memang wajib melampirkan foto berwarna selain nota dan surat jalan tentunya . Sebelumnya memang saya jarang sekali berhubungan dengan namanya kamera saku , selain memiliki hp yang sudah ada fitur kameranya , harga kamera pocket pada masa itu ( sekarang juga masih ) sama dengan Hp dengan fitur lengkap , so rasanya sayang bagi saya untuk mengeluarkan uang lebih demi memiliki kamera saku .
Selama membantu ayah di toko itulah saya sering memegang , memotret - motret dan mencetak foto di studio langganan toko kami di saat ayah saya berhalangan , saat itulah saya menyadari bahwa sebagus apapun foto HP kamera yang saya miliki tidak bisa menyaingi hasil dari kamera pocket Kodak seri C1031 milik ayah saya .
Pengalaman yang kedua terjadi saat saya bekerja di sebuah kota di ujung barat Jawa Tengah , saya ditawari untuk membeli sebuah kamera saku milik seorang teman ,setelah mencobanya saya langsung menyukai model dan bentuknya yang terlihat kukuh walau hanya memilki resolusi 10 megapixel saja dengan merk Canon seri Ixus 900 TI , karena baru memiliki sebuah kamera pocket dengan uang pribadi ( walaupun bekas ) saya selalu membawanya jalan –jalan pada akhir pekan sambil berfoto-foto ria , hingga setahun kemudian ketika kembali ke rumah kamera tersebut di pinjam adik dan rusak sehingga “mangkrak” di laci saya sampai sekarang .
Pengalaman yang ketiga adalah saat saya diminta ibu untuk menemani ke toko kamera demi mencari kamera pocket yang sesuai dengan kebutuhan ibu saya menfoto objek dalam jarak dekat , dengan budget maksimal Rp 1.500.000 , - dan pilihan yang terbatas di kota kecil tempat saya tinggal kami sepakat membeli sebuah kamera pocket bermerk Nikon dengan seri S3100 . Pengetahuan saya yang minim tentang kamera membuat saya salah kaprah , menyamakan kamera dengan mikroskop untuk memfoto objek jarak dekat , pertimbangan utama kami adalah kamera yang dibeli memiliki zoom tertinggi dibanding kamera saku lainnya di toko tersebut , setelah dicoba , overall kami cukup puas dengan hasilnya . Saya baru menyadari setelah beberapa bulan kemudian iseng membaca beberapa blog tentang fotografi amatir hingga pemahaman saya tentang kamera pocket bertambah , rupanya untuk memfoto objek dalam jarak sangat dekat bisa dilakukan dengan metode makro .Saya agak menyesal baru mengetahui hal tersebut karena jika saya paham tentu hasil foto kamera milik ibu saya akan lebih bagus lagi. Saya berharap dengan menshare pengalaman saya ini dapat mendorong rekan-rekan yang masih awam untuk memaksimalkan kamera saku yang di miliki . Sekian dahulu tulisan saya berkenaan perkenalan saya dengan kamera saku / pocket kamera , besok saya akan menshare sedikit pengetahuan saya tentang bagaimana memaksimalkan sebuah kamera saku .
